Powered By Blogger

Selasa, 12 November 2013

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

Apakah pendidikan karakter itu penting?



          Pendidikan karakter sangat penting sekali dan mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi di rumah dan di lingkungan masyarakat.
         Pendidikan karakter yang mencakup perbaikan budi pekerti manusia tentulah sangat penting untuk ditanamkan sejak awal. Banyak orang yang berpendidikan tinggi namun tidak memiliki etika dan karakter yang baik.
        Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia.
         Sejak dulu kala karakter bangsa Indonesia dikenal dengan karakter hidup bergotong royong, tolong menolong, hormat-menghormati, ramah-tamah dan sopan- santun, suka bermusyawarah dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan salah satu falsafah bangsa indonesia ‘bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’. Begitu pula dengan kata "yang tua dihormati, dan yang muda dihargai".
         Namun akhir-akhir ini, ada kecendrungan menurunnya nilai-nilai karakter yang dimiliki oleh sebagian kecil anak sekolah. Sering kita saksikan tingkah polah sebagian anak sekolah yang sudah di ambang batas kewajaran. Dengan pakaian seragam sekolah, mereka seenaknya keluyuran atau bolos saat jam pelajaran berlangsung. Berkata seenaknya kepada orang yang lebih tua, apalagi sesama teman sekolah. Lebih parah tentunya suka tawuran antar sesama pelajar dengan sekolah lain.

         Masalah tawuran yang melibatkan seorang pelajar ini sangat memprihatinkan sekali. Akhir-akhir ini sering kita jumpai dalam lingkungan sekitar kita, di media massa semuanya membahas masalah tawuran pelajar. Padahal mereka adalah calon generasi bangsa.

         Muncullah sebuah pertanyaan "Apakah bangsa indonesia mengalami degradasi moral yang sangat parah?

         Apakah itu sebagai indikasi kegagalan dunia pendidikan untuk membentuk karakter peserta didik? Apakah ini pertanda kelalaian orang tua dan masyarakat dalam mengontrol prilaku anak di luar lingkungan keluarga? Apakah ini juga sebagai pertanda kelalaian orang dewasa pada umumnya untuk memberi contoh dan tauladan yang baik kepada anak?

         Jika memang kita sadari demikian, maka pantaslah pendidikan karakter perlu mendapat perhatian semua pihak. Di sekolah, siswa perlu mendapat pembinaan karakter yang lebih baik.

         Implementasi pendidikan karakter di sekolah salah satunya dapat dilakukan melalui pengintegrasian dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran, dimana materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran dikembangkan, dieksplisitkan, dan dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Sehingga pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.

         Efektifitas pendidikan karakter butuh kerjasama antara pihak sekolah dan lingkungan keluarga. Sehingga peran orang tua juga sangatlah penting. Maka orang tua tihak boleh lepas tangan. Keseharian seorang anak lebih banyak di rumah daripada di sekolah. Jadi orang tua harus benar-benar bisa mengontrol anaknya. Selain itu, orang tua perlu memberi keteladanan yang pantas ditiru oleh anak-anak mereka. Media massa seperti televisi hendaknya lebih banyak menayangkan acara yang lebih menunjang pembentukan karakter bangsa, bukan mengutamakan tayangan kekerasan dan kebebasan.
       
Sekian uaraian sekilas masalah pendidikan karakter.




DAFTAR PUSTAKA



Muin,Fachtul. 2011. Pendidikan Karakter Konstruksi Teoritik dan praktik. Yogyakarta : Arr-ruzz  Media